Kebangkitan Pemuda

Selasa, Oktober 28, 2008

Lahirnya Sumpah Pemuda memiliki nilai historis yang sangat luar biasa bagi perjalanan bangsa indonesia. Awal kebangkitan nasional lahir dari gerakan terorganisir yang dipelopori oleh kaum muda dalam bingkai gerakan intelektual kaum muda yang berusaha menyatukan gerak langkah perjuangan dan perlawanan terhadap imperialisme dan kolonialisme dengan dimotori oleh gerakan-gerakan kebangsaan yang kesemuanya dipelopori oleh kaum muda.

Pada tahun-tahun berikutnya, tercatat beberapa gerakan kebangsaan yang dipelopori juga oleh kaum muda. Gerakan yang dipelopori oleh kaum muda dalam perjalanan sejarah untuk persatuan dan kesatuan bangsa seperti, Kebangkitan Nasional dengan Berdirinya Budi Utomo, Sumpah Pemuda tahun 1928, dorongan Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945, Penggulingan Orde Lama dan lahirnya Orde Baru, dan lain-lainnya, juga sampai pada Gerakan Reformasi pada mei 1998 yang juga dimotori oleh kaum muda hingga melahirkan orde reformasi sampai saat ini.
Akan tetapi orde reformasi saat ini dinilai sangat lamban dalam mengemban amanat reformasi menuju perbaikan bagi bangsa dan negara karena masih penuh dengan konflik dan ketidak percayaan pada sesama anak bangsa. Ke-AKU-an dan ke-KITA-an lebih dominan daripada memberikan kontribusi positif untuk perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa dan negara.
Oleh sebab itu, melalui momentum 80 Tahun Sumpah Pemuda ini, kita harus sadar bahwa untuk memberikan kontribusi positif bagi arah perjalanan bangsa menuju era yang lebih baik, kita perlu bersama mengikatkan komitmen kembali bersama sebagai bagian dari satu bangsa. Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sekedar menjadi simbol negara, tetapi harus menjadi bagian dari suatu strategi integrasi nasional, dimana semua etnik, suku, agama ras yang menyatakan bahwa berbangsa dan bertanah air satu, BANGSA INDONESIA.
Sebagai bagian dari anak bangsa ini, kita juga harus berbicara masalah pluralitas dan multikultural dengan harapan bahwa setiap anak bangsa harus dapat menghargai perbedaan-perbedaan tersebut sehingga tidak ada lagi orang Indonesia yang berbicara bagian dari timur dan barat, sebab proklamasi kemerdekaan RI sudah menjadi harga mati bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke dan dari Sanger sampai ke Flores.***

 
BANUA BARU © 2011 | Designed by banuabaru