Blog

Rabu, Oktober 28, 2009

Blog tidak akan mati dan akan selalu dicintai di dunia maya. Paling tidak oleh 'Google'. "Bagi saya, blog bukan hanya merupakan tulisan-tulisan yang tidak jelas, tetapi dapat memberi makna dan juga dapat menjadi sumber inspirasi", seperti kata seorang pakar telematika di negara kita.

Blog bisa menjadikan inspirasi buat pembaca dan tentu saja merupakan ladang amal buat si-penulisnya, twitter dan facebook atau media sosial lainnya tidak akan bisa menyaingi blog dalam banyak hal. Blog dapat menjadi media iklan (menjual produk), kampanye, curhat, kondisi daerah baik sosial politik ekonomi dan lain sebagainya. Tulisan dalam blog selalu disenangi oleh mesin pencari, alhasil nilai tulisan kita terangkat. Walau asyik masyuk dengan facebook atau berkicau setiap saat di twitter, tapi "rumah besar" kita, "identitas" kita jangan di tinggalkan, yaitu BLOG. Facebook dan Twitter atau jaringan sosial lainnya ibarat seperti pasar atau terminal, dimana setiap orang bebas berteriak apa saja.

Suatu saat terdengar teriakan lebih keras dan menggelegar, semua orang menoleh ke arahnya dan bertanya, "siapa sih orang yang berteriak itu, dan dimana rumahnya.?" Nah, untuk menjawab "siapa dia"
itu diperlukan blog, rumah tempat kita menyimpan semua ide dan pemikiran, sehingga dengan melihat blog tersebut orang akan berkesimpulan: "ooo, yang berteriak tadi adalah si-fulan, seorang pakar internet, atau si-fulanah adalah pakar entrepreneur, penulis cerpen, wartawan, akademisi, politisi dan lain sebagainya.


Sekarang ini dengan fenomena blog, facebook dan twitter, semua orang menjadi media. Beberapa saat lalu, sumber berita hanya dikuasai oleh media-media mainstream, tetapi sekarang tidak lagi, siapa pun bisa melakukannya. Status di facebook, twitter dan media jejaring sosial lainnya bisa jadi sumber berita yang diburu kalangan pers.
Ingat bom Kuningan.? Daniel Tumiwa adalah yang pertama menginformasikan ke seluruh dunia lewat twitter. Foto eksklusif pesawat Amerika yang jatuh dan karam di danau disiarkan pertama kali melalui twitter, bukan CNN atau BBC. Para selebritis atau tokoh yang sedang bermasalah bisa melakukan klarifikasi via jejaring sosial atau blog menurut versinya, karena kecewa dengan 'pelintiran' berita lewat media. Nah, di era yang dikuasai oleh jejaring sosial seperti saat ini, di mana posisi blog.?

Blog tetap diperlukan sebagai identitas jati diri kita, sebagai rumah bagi pemikiran-pemikiran kita. Sangat sulit menyimpulkan pemikiran utuh dari seseorang hanya dengan mengikuti lewat twitter, facebook atau jejaring sosial lain yang diikutinya. "Jika anda ingin serius membangun personal branding yang pada akhirnya akan mengungkit bisnis dan income anda, lakukan itu melalui blog", pesan Pak.Nukman yang selalu sibuk bicara di mana-mana tentang fenomena internet dan social media terkini. "Dari blog Virtual inilah saya mulai dikenal orang, menjadi nara sumber dimana-mana" , imbuh Pak Nukman. Benar, setiap kita Googling soal internet business <
http://www.google. co.id/search? q=internet+ business& ie=utf-8& oe=utf-8& aq=t&rls= org.mozilla: en-US:official& client=firefox- a, online strategy, dan sejenisnya, pasti ujung-ujungnya mentok di nama Nukman ini. "Saya pun menjadi nara sumber di berbagai tempat, diwawancara wartawan berbagai media, ditawari kredit dari bank, semuanya mereka dapatkan kontak tersebut dari blog," demikian kata Nukman.

Anda tahu istilah "law of attraction"? Blog bisa berfungsi seperti itu. Apa yang dituliskan di blog bisa menjadi kenyataan karena dibaca oleh orang-orang yang bisa membantu mewujudkan keinginan lewat tulisan kita itu. Satu lagi kelebihan blog adalah karena ia disukai oleh Google. Mesin pencari Google akan mencatat semua tulisan kita di blog, namun tidak demikian di facebook dan twitter atau situs jejaring sosial lainnya. Jadi, apa pun yang dicari orang tentang kita, pasti yang tampil adalah tulisan terkait dari blog.***

 
BANUA BARU © 2011 | Designed by banuabaru